Standard

das ist ja fast immer, in Indonesien, die Kinder beim sich selbst einen Geld verdienen.. -,-

#meaningful

Malam Ahad, disaat banyak muda-mudi menikmati indahnya malam di taman yang ada tulisan D. A. G. O. dan sekitarnya, saya melihat dua gadis kecil sedang mondar mandir dengan keranjang kecil berisi beberapa bungkus kerupuk, menggantung di leher salah satu gadis yang terlihat lebih tua.

Pertanyaannya, mengapa saya malem Ahad ada di situ? (*ga penting) Nah, saat itu saya bersama kawan saya Amiril Pratomo, sedang menunggu kawan kami, Rizan, untuk ikut nebeng ke lapangan futsal (*nasib kalo ga punya motor sendiri). Karena Rizan mengantarkan kawan kami yang lain dulu ke Tubagus, jadi saya dan Amiril memilih untuk menunggu di lampu merah perempatan Dago.

kembali ke cerita awal. tanpa pikir panjang, saya menghampiri gadis kecil itu. dengan nada sok lembut (*padahal ga bisa) saya mulai bertanya.

kira-kira obrolannya seperti ini.

hbb (saya) : “Dik, ini kerupuknya dijual? harganya berapa?”

gk (gadis kecil) : “Ya Kak, 2000 sebungkus”

amiril langsung merogoh2 sakunya, dan…

View original post 689 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s