seorang wanita..

Standard

Ketika perjalan pulang.. mata saya terusik oleh seorang wanita berpakaian ‘jawa’ dan memakai kain panjang (orang jawa biasa menyebut kain ini: sewek) sebagai bawahannya. Dia pulang seorang diri, tanpa teman. Entah kenapa perasaan saya terbawa setiap kali melihat wanita itu.. Menurut saya, wajahnya sudah capek. Terlihat sekali dalam pancaran sorot matanya yang layu. Ingin saya (walau sebentar) ada di dekatnya.. kalian boleh nilai sendiri apa yang terirat dari wanita ini..

Di tengah perjalanan.. orang yang di deket wanita itu pada turun.. jadilah dia sendirian duduk di tempatnya… saya gak tega.. ASLI. Lalu melangkahlah kaki saya menuju tempat duduk di depan wanita itu. Saya ajak ngobrol wanita itu dalam bahasa jawa. Ternyata dia turun di stasiun yang jaraknya gak jauh dari stasiun tempat saya turun nanti..

Dan berceritalah si wanita itu dengan bahasa jawanya yang halus.. dia baru saja menjenguk anak menantunya yang sakit.. sudah tiga belas hari di rawat katanya.. dan yang bikin sepasang mata wanita tua itu berkaca – kaca adalah.. ketika mengetahui kalau orang yang dirawat , persis, di sebelah anaknya meninggal.. innalillahi.. hmmm (baca: sigh)..

Mungkin itu yang menjadikan wajah tuanya bertambah layu.. entah sotoy (baca: sok tau) entah sok nebak.. kok saya nangkepnya malah.. banyak banget yang sudah dan yang akan menjadi beban si wanita tua itu.. wajahnya seolah bercerita banyak.. tentang liku hidupnya.. sebenarnya ang dia butuhkan adalah menikmati masa tuanya di rumah.. tenang.. yang sesekali mungkin, dia bisa bercanda dengan cucunya.. atau mungkin kalau dia punya hewan peliharaan (seperti ayam, misalnya) dia bisa merawatnya.. berkebun dan pekerjaan rumah lainnya. Intinya.. si wanita tua itu bisa menikmati masa tuanya dengan indah..

Saya tahu, hidup memang selalu ada cobaan.. selalu ada yang namanya naik dan turun.. roda terus berputar.. tapi seyogyanya.. kalau orang sudah tua.. biarlah dia menikmati masanya.. masa tuanya.. sebagai anak, kita bisa menanyakan apakah dia mau ikut dengan kita atau tidak.. menuruti apa kata orang tua tidak selalu salah.. saya langsung teringat oleh nenek saya yang umurnya, mungkin, tidak terlalu jauh dengan wanita tua itu. Nenek saya……… yah begitulah.. tidak bisa di ungkapkan dengan kata – kata..

Well, wanita adalah perempuan yang di hidupnya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk orang di sekelilingnya, memberikan air dengan kasih dan ikhlas untuk anaknya (yang di anugerahkan Tuhan hanya dia yang bisa memberikan air itu), menampilkan selalu senyuman termanis untuk seorang laki – laki yang di cintanya setiap hari.. Seperti di dalah buku yang pernah saya baca.. dan sangat menginspirasi saya.. wanita itu kuat.. pasrah tapi bukan lemah.. wanita itu akan mencintai dengan berani dan berani mencitai..

Seorang wanita akan tetap setia menunggu.. apapun.. dia akan tetap sabar.. karena saya juga seorang wanita yang berusaha -as always- untuk memberikan yang terbaik untuk diri saya, keluarga saya, dan semua orang disekeliling saya yang sangat saya sayangi… dan juga untuk Bangsa ini..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s