When everything going well — friends

Standard

Now, I wanna show you.. all the things about friendship..

good friendship

Well, everybody has his/her own ‘think’ about it.. and I’ll try to explain my own.. here we go..

Teman. Sahabat. Keduanya adalah kata yang bersaudara. Mungkin sebagian orang punya anggapan yang berbeda tentang keduanya. Tetapi saya tidak. Teman dan sahabat selalu ada, selalu disana. Di tempat mereka yang dihatinya selalu ada corner untuk kita. Mereka tersebar di seluruh penjuru bumi. Berbagai kriteria mereka punya. Mulai dari sifat, ciri khas, kebiasaan dan kawan kawannya. Kita bisa tertawa, menangis, bercanda, berbagi cerita, diskusi, belajar, bahkan (pernah) mandi bareng  bareng mereka #ups.

Dari saya SMP sampe SMA bahkan sampe kuliah sekarang ini, mereka lah yang setia nemenin saya.. bareng bareng sama saya setiap hari. Bahkan, saya sekamar pun dengan seorang teman. Teman atau sahabat bisa juga disebut soulmate. Terus ada juga yang bilang sahabat sejati. Ada juga yang bilang tentang teman, teman tapi mesra. Semua istilah itu saya upload di otak, dan saya terjemahkan sebagai istilah pewarna indahnya persahabatan atau pertemanan itu sendiri. Semua itu indah bila kita bisa melihat sisi positif dari sisi negatifnya, dan menambah positive di sisi positifnya.

Jujur. Saya susah bila tidak ada mereka di sekeliling saya, di kehidupan sehari – hari saya. Menurut saya, Ibu dan Bapak juga termasuk sahabat saya. Sahabat terbaik saya. Orang – orang terdekat terbaik yang pernah saya punya, yang Tuhan kasih special untuk saya. Ibu yang selalu dan akan ada di samping saya setiap waktu. Bapak yang selalu mengerti dan mendukung apa yang saya ingin lakukan. Dua orang sahabat yang paling berarti untuk saya. Adik. Dia juga memegang peranan sahabat terbaik saya. Hanya karenanya saya bela – belain pulang tiap dua minggu sekali, dengan jarak tempuh 7 jam perjalanan. Karena saya teramat kangen, walau hanya dengan melihat dia tertidur pulas di ruangnya.

Dan sahabat yang paling penting di kehidupan ini menurut saya adalah TUHAN. DIA lah yang benar – benar selalu ada untuk saya. Bahkan DIA lebih dekat dari urat nadi saya. Subhanallah… Dengan-Nya saya selalu menceritakan apapun yang ada di hati saya padaNya. Walaupun saya tahu, tanpa saya cerita pun DIA sudah tahu. Karena Dia Maha Tahu.🙂 Allaahu Akbar!

hhhmmmm hhhffftttt.. (baca: sigh)

Well, inilah salah satu (atau salah banyak, kan orangnya lebih dari satu) dari sekian sahabat yang saya syukuri mereka mau mampir di hidup saya saat ini..

good friends

yah.. gambarnya kecil.. tapi tidak apa apa lah.. toh kalian ‘besar’ di hati saya, kawan.🙂 Foto di atas di ambil waktu ada LKMMTD di kampus. Yah, kaya acara latihan dasar kepemimpinan gitu deh.. Kita kompakan duduk di corner belakang sendiri sebelah kiri. Alhasil, kita tidak hanya mendengarkan apa yang di sajikan pemateri, tapi juga rumpsteak (baca: rumpik) sendiri. Bahkan saking boring nya, saya dan teman saya, sebut saja LonWi, pergi keluar beli camilan. That’s what friends are for.. #loh

Begitulah kalau sudah cerita tentang mereka. Gak bakal habis kalau pun saya jabarkan semuanya, clear, disini. Kaya kata iklan di TV yang bilang, Gak Ada Loe Gak Rame. Itu emang beneran BENER lo. Saya yakin kamu juga setuju sama jargon itu. Teman atau sahabat juga gak peduli hujan/badai/angin, kalo emang kita butuh mereka (apalagi kalo kita yang dibutuhin), mereka selalu ada. Mungkin kitanya aja yang ngerasa sendiri , padahal mereka stay disana buat kita. Intinya, kita tinggal membuka mata kita saat kita sendiri. Di sana.. Mereka selalu ada..

Sampai sekarang saya tetap percaya, meyakinkan diri sendiri, bahwa teman atau sahabat adalah seseorang yang penting buat kita, gak peduli cuaca, keadaan, situasi atau kondisi. Sampai nanti kita benar – benar mendapatkan teman sejati kita. Mereka adalah pelangi di kehidupan kita. Dengannya kita bisa lebih berwarna.

Wahai semua teman teman saya… dari saya kecil sampai saya sebesar sekarang..🙂 terimakasih.. danke.. terimakasih

buat semua yang sudah dan akan kalian berikan sama saya. Tanpa kalian saya bukan siapa – siapa. Saya ingin selalu ada untuk kamu, kawan. Dimanapun dan kapanpun saya dibutuhkan, bitte, jangan sungkan untuk hubungi saya. Karena jujur, saya selalu kangen sama kalian. Terutama buat kalian yang jauh disana.🙂

Then, I do really not know, how can I end this writing? Because you’ll never end, my friends.. but, I’ll continue this.. next, in the other occasion.. as soon as possible🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s