Si ‘addict’ yang mematikan –> ROKOK

Standard

Well, I think you know what I wanna talk about..

Yap! That’s right..

Cigarette, rokok

Sudah biasa, bahkan sangat biasa, bila orang Indonesia sangat dekat dengan benda satu ini..

Mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, pengusaha, kurir, tukang pos, tukang becak, petani dan semua muanya. Saya kira hampir semua kalangan sudah dan akan menjadi addict dari ‘barang’ mematikan ini. Tidak berlebihan, rasanya, bila saya mengatakan ‘barang’ ini adalah ‘barang’ yang mematikan.

Bagaimana tidak?

Bukti sudah ada di depan mata. Sudah banyak riset yang dilakukan hanya untuk membuktikan kalau ‘barang’ ini berbahaya dan tidak baik untuk kesehatan. Tetapi masih saja banyak yang addict dengannya, bahkan sekarang merambah ke dunia anak anak. Astaghfirullah.. Parahnya, banyaknya korban meninggal karena ‘barang’ tidak bertanggung jawab ini dianggap sudah biasa.

Kalau mau tahu asal usul rokok silahkan dilihat sendiri. Jujur. Saya sangat MALAS melihat ‘barang’ satu itu, apalagi membahasnya secara detail disini.. iih.. males banget..

Bagi saya, kamu, dia bahkan mereka.. semua hal yang berhubungan dengan ‘barang’ ini, sudah dianggap lumrah dan wajar.. Tapi tetap TIDAK untuk saya. Seringkali saya melihat aktivitas orang disekeliling saya menggunakan ‘barang’ ini. Di kampus banyak sekali saya temui, apalagi di dekat kantin Pak J***n, aduh MasyAllah… innalillahi.. sesuatu banget.. iihh… Terus saya juga hampir tidak pernah tidak melihat orang lepas dari ‘barang’ ini di kereta api. Haduh.. please ya.. buat kamu yang merasa udah addict dan gak bisa lepas dari ‘barang’ itu, tahan dulu. Jangan deh kamu ngegunain ‘barang’ itu di tempat umum, apalagi di dalam transportasi umum (baca : kereta api, bis, angkot dan kawan kawannya). Terserah kamu deh mau ngapa – ngapain sama ‘barang’ itu. Asal jangan di TEMPAT UMUM.

Hfft… hmmm… (baca : sigh)

Sekarang gini deh, siapa sih yang gak mau lingkungannya bersih dan sehat?

Siapa yang gak mau orang disekelilingnya juga sehat?

Siapa yang gak mau dirinya sendiri sehat?

Kayaknya semua orang deh pengen itu semua. Buat kamu yang addict, maaf ya. Bukan saya meng’underestimate‘ kamu. Tapi saya mencoba mengingatkan kamu. Anggaplah kita teman. Saya cuma gak mau semakin banyak teman saya yang duluan ke ‘surga‘ (iya kalo masuk surga, kalo ke ne**ka?). Ayolah kita bareng – bareng jaga lingkungan biar tetep sehat. JUJUR. Kamu bisa kok ngapa – ngapain tanpa ‘barang’ mengerikan itu. Cuma sugesti aja kalo kamu gak bisa melakukan aktivitas sehari – hari kamu tanpa ‘barang’ itu. Percaya deh.. Kamu bisa lebih kreatif tanpa ‘barang’ itu.

Kalo boleh cerita, dulu Ayah saya addict banget sama ‘barang’ mematikan itu. Sekarang, alhamdulillah, beliau bisa BERHENTI. Mungkin karena malu sama diri sendiri. Ini juga karena Ibu, yang waktu itu tidak sengaja mengatakan “Bagaimana Adik ndak ngerokok kalau Ayahnya perokok?”. Saya sangat bersyukur pada Tuhan YME, karena doa saya selama ini dikabulkan. Beliau ternyata BISA. Kegembiraan saya ketika mengetahui Ayah sudah BERHENTI waktu itu, tidak bisa diungkapkan. Memang sih saya biasa aja reaksinya di depan beliau. Tapi dalam hati jingkrak – jingkrak. I’M REALLY HAPPY FOR YOU, DAD…

Well, all I have to do in this ‘new’ post is:

– I beg, please, you Smoker! Don’t smoke in a public area. You’ve ‘special’ place, that have been built by the Government.

– I beg, please.. WAKE UP! You’re nothing with that.

– I say, Be patient please.. for you that always feel ‘angry‘  to see smoker around you..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s