Standard

tugas tourismusku.. :)))

Sobara's Blog

A great journey to see a journey of life:

MAHAMERU

Author:

Dini Tian Puspita

 

The amazing journey started after the ‘unique one’ (Genta, Arial, Ian, Zaran and Riani) and Arial’s sister (Arinda) choosed to take away for three months. They might not seen each other with their own agreement. Because they have been always together, since they were in High School. Then they will go to somewhere that they never imagine before, MAHAMERU.

Mahameru is the top of Mount Semeru that has 3676 meters over the sea and is the highest top in Java. The ‘unique one’ started they journey in Stasiun Senen, Jakarta, on August 15th at 03.00 pm to go to Stasiun Malang by Matarmaja (name of economic train in Indonesia). Then they will spent 24 hours until the train stopped in Malang, where is the nearest city to go to Mount Semeru.

The destination by…

View original post 779 more words

Advertisements

Standard

ayoo semangaat!! *sorininggalnyalama* -,-

#meaningful

“Ramadhan Penuh Cinta”

Ikatan Alumni Pelajar Banyuwangi dengan bangga mempersembahkan acara “Buka Bersama dan Santunan 333 Anak Yatim, Piatu, dan Dhu’afa” yang insya Allah akan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2012 atau bertepatan dengan 27 Ramadhan 1433 H, bertempat di Hall Pondok Wina Banyuwangi.

Konten dari acara ini antara lain : buka puasa bersama anak yatim, piatu, dan dhu’afa, motivation training, games, dan kajian Ramadhan, dan santunan.

Acara ini tercetus atas rasa kepedulian yang tinggi terhadap anak-anak yatim, piatu, dan dhu’afa yang ada di wilayah kota Banyuwangi dan sekitarnya. Dihadiri oleh sekitar 333 anak yatim, piatu, dan dhu’afa, dan ratusan pemuda sebagai peserta, acara ini merupakan yang pertama sebagai buah dari kolaborasi antar mahasiswa sebagai alumni pelajar Banyuwangi.

Ayo dukung dan hadiri acaranya!!! Dukungan bisa melalui donasi langsung atau pembelian voucher santunan. Voucher sekaligus tiket peserta untuk mengikuti acara ini.

Bagi kawan2 yang sudah berada di…

View original post 153 more words

Standard

das ist ja fast immer, in Indonesien, die Kinder beim sich selbst einen Geld verdienen.. -,-

#meaningful

Malam Ahad, disaat banyak muda-mudi menikmati indahnya malam di taman yang ada tulisan D. A. G. O. dan sekitarnya, saya melihat dua gadis kecil sedang mondar mandir dengan keranjang kecil berisi beberapa bungkus kerupuk, menggantung di leher salah satu gadis yang terlihat lebih tua.

Pertanyaannya, mengapa saya malem Ahad ada di situ? (*ga penting) Nah, saat itu saya bersama kawan saya Amiril Pratomo, sedang menunggu kawan kami, Rizan, untuk ikut nebeng ke lapangan futsal (*nasib kalo ga punya motor sendiri). Karena Rizan mengantarkan kawan kami yang lain dulu ke Tubagus, jadi saya dan Amiril memilih untuk menunggu di lampu merah perempatan Dago.

kembali ke cerita awal. tanpa pikir panjang, saya menghampiri gadis kecil itu. dengan nada sok lembut (*padahal ga bisa) saya mulai bertanya.

kira-kira obrolannya seperti ini.

hbb (saya) : “Dik, ini kerupuknya dijual? harganya berapa?”

gk (gadis kecil) : “Ya Kak, 2000 sebungkus”

amiril langsung merogoh2 sakunya, dan…

View original post 689 more words

when they don’t say it

Standard

genap berusia dua puluh ternyata membuat beda suasana hati.. 🙂

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

biasanya banyak sekali yang mengucapkan, tapi tahun ini berbeda.. mungkin mereka sudah lupa, tak apa.. toh manusia memang tempatnya lupa.. saya juga begitu.. tapi tadi pagi ibu membisikan doa dan harapan di  telinga saya sewaktu bangun tidur tadi pagi.. she said ” selamat ulang tahun nak.. sudah besar.. sudah dua puluh lo.. nanti tak belikan jajan [red: kue] ” #loh [??????] Ibu.. ibu.. apa hubungannya coba sudah umur dua puluh sama tak belikan jajan? 🙂

subhanallah.. Allahu akbar.. terimakasih Tuhan Semesta Alam yang masih memperkenankan saya untuk menghirup nafas di dunia ini.. yang masih memberikan saya kesempatan untuk berbuat baik lagi.. yang mengijinkan saya untuk berkumpul bersama dengan teman – teman, keluarga dan orang – orang yang saya cintai dan mencintai saya.. terimakasih Allah.. terimakasih..

sudah banyak hal – hal yang saya lewati di belakang usia dengan angka zwanzig [red: twenty] ini.. susah sedih sudah terlewati.. tapi bukan  berarti tidak ada lagi yang harus dan akan di lewati nantinya.. (mungkin) ini adalah awal dari semuanya… saya juga sudah siap siap untuk menghadapi challange yang akan datang..

well, thank you so much for everything that YOU’ve given and will given to me.. ich bedanke Ihnen fuer alle.. danke schoen.. 🙂 even they don’t say it.. hope they still remind me that I ever been there, in their space of life..

Standard

badai pasti berlalu.. it means that we have a better way to continue our life..

Indonesia Proud

Penderitaan adalah pelajaran kehidupan. Itulah yang dialami Tarjono Slamet, lelaki kelahiran Pekalongan 29 Desember 1972 ini.

Pada tahun 1990, Tarjono harus kehilangan kaki kirinya yang terpaksa diamputasi. Dia juga harus menerima kenyataan bahwa 10 jari tangannya tak bisa lagi digerakkan lantaran mengalami kerusakan syaraf.

Begitu lulus dari Sekolah Teknik Menengah (STM) tahun 1989, Tarjono diterima bekerja di Perusahaan Listrik Negara (PLN) bagian instalasi. Ia ditugaskan di wilayah Klaten Jawa Tengah. Belum genap setahun bekerja, Tarjono dan dua orang temannya kesetrum listrik tegangan tinggi. Meski ketiganya selamat, semuanya mengalami cacat seumur hidup, termasuk Tarjono yang harus kehilangan kaki dan fungsi jari-jari tangannya.

Tarjono butuh waktu dua tahun lebih untuk mengembalikan rasa percaya dirinya. Meski sudah setahun belajar di Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum) di Yogyakarta, dan mengikuti sejumlah pendidikan serta keterampilan khusus bagi orang cacat, semangat hidup Tarjono tak juga datang. “Saya butuh waktu yang lama untuk…

View original post 603 more words

this is JUNE :)

Standard

it was so long time not to fill this whole note..

yeah, everybody.. this is June. So what? hmm this June isn’t seems as special as my last June.. I don’t know exactly, what will I say in this page.. just let my finger press the tuts… 🙂

like a rock band that sing a song, “When I See You Smile” 😉 pas banget dengan yang ingin saya tulis di halaman ini.. saya baru saja melihat dengan sengaja satu halaman di social-network nya, ada fotonya yang lagi ketawa (red: senyum kelihatan giginya) hehe well, he is so… good looking (red: ganteng) yeah.. mungkin itu adalah salah satu hal yang menginspirasi saya untuk mulai menulis lagi.. soalnya ada hal lain yang bikin saya pengen olahraga jari pagi ini.. saya habis lihat SUNRISE bagus di pinggir jalan deket rumah.. so beautiful..

then, mungkin ini agak gak nyambung sama sunrise.. tapi saya cuma pengen nulis kalau di Juni ini, sudah hampir tiga tahun.. that ‘damning feel‘ stuck in my heart, my deepest heart.. so bad.. but i’d like to say something that more bad : I miss you so bad, budy! Huh! haish.. okelah.. [ngelus2 dada sambil istighfar]

dan sambil menghitung hari menuju kegenapan usia di angka zwanzig (red: twenty).. saya pengen show to you all that : SAYA PENGEN PERGI KE BULAN.. #loh